Berikut penuturan salah satu pemasang iklan di bekas.com.
Suatu hari ada orang sebut saja si Fulan ingin membeli laptop yang saya iklankan di bekas.com. Setelah melihat barangnya dia setuju dengan harga yang saya tawarkan (3 juta) dan meminta nomor rekening bank saya. Dia akan mentransfer pembayaran lewat rekening saudaranya karena dia sendiri tidak punya rekening.
Besok lusanya dia datang lagi dan mengatakan kalo dia sudah transfer lewat rekening istrinya yang bernama Derpina, malah jumlahnya lebih banyak dari harga disepakati, alasannya memang minta ditransfer lebih untuk keperluan yang lain. Barang kemudian dia bawa berikut kelebihan transfer (500 ribu).
Beberapa hari kemudian ada yang menghubungi saya lewat facebook memberitahukan kalau sudah transfer sejumlah 3,5jt.
Dia, Derpina menjelaskan kalau uang itu untuk pembeliah Ipad yang sudah disepakati di sebuah forum jual beli (Padahal saya tidak pernah memasang iklan di forum tersebut). Ketika saya ceritakan transaksi saya dengan si Fulan, dia membantah sebagai istri si Fulan dan malah menuduh saya bersekongkol dengan si Fulan.
Saya tidak tahu apakah Derpina ini yang bersekongkol dengan Fulan untuk mengerjai saya, atau saya dan Derpina ini yang dikerjai oleh Fulan. Yang pasti hal ini patut diwaspadai oleh para pemasang iklan di bekas.com.
Semoga apa yang menimpa saya jangan sampai dialami oleh pemasang iklan yang lain.
Jika Derpina ini mengatakan hal yang sebenarnya, maka kira-kira kronologisnya sebagai berikut:
Jadi jika ada yang hendak mentransfer pembayaran lewat rekening bank, pastikan namanya sama dengan orang yang mentranfer, jangan ragu untuk memastikannya. Jika beralasan akan ditransfer oleh istrinya, saudaranya, ayahnya dst, anda harus mulai waspada.
Demikian juga sebaliknya jika anda hendak membeli barang, sebaiknya langsung ketemu atau minta tolong teman/saudara yang berdomisili dekat dengan si penjual barang. Jangan mudah tergoda dengan harga yang miring. Selalu ingat bahwa ada harga ada rupa.
Terima kasih bagi Samwan untuk sharingnya.
Catatan:
Fulan, Samwan dan Derpina hanyalah nama rekaan, bukan nama sebenarnya.